Praktikum Perbedaan Ikatan Senyawa Kovalen dan Ion

Sponsored

usahaberhasil.com, bisnis internet sukses, uang, rupiah, dollar usahaberhasil.com, bisnis internet sukses, uang, rupiah, dollar usahaberhasil.com, bisnis internet sukses, uang, rupiah, dollar

Praktikum Perbedaan Ikatan Senyawa Kovalen dan Ion


Praktikum Perbedaan Ikatan Senyawa Kovalen dan Ion


PRAKTIKUM PERBEDAAN ANTARA SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN


PERCOBAAN PRAKTIKUM SENYAWA KOVALEN SERTA SENYAWA ION
I. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan percobaan praktikum PERBEDAAN ANTARA SENYAWA KOVALEN DAN SENYAWA IONIK ini adalah dapat mengetahui dan menjelaskan pengaruh jenis ikatan suatu senyawa terhadap sifat fisis dan sifat kimia dari senyawa tersebut.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Ikatan ion adalah ikatan antara ion positif dan negatif. Atom yang melepaskan elektron akan menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima akan menjadi ion negatif. Senyawa ion yang terbentuk dari ion positif dan negatif tersusun selang seling membentuk molekul raksasa.
Ikatan kimia adalah daya tarik-menarik antara atom yang menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu. Macam-macam ikatan kimia yang dibentuk oleh atom tergantung dari struktur elektron atom. Misalnya, energi ionisasi dan kontrol afinitas elektron dimana atom menerima atau melepaskan elektron. Ikatan kimia dapat dibagi menjadi dua kategori besar : ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan ion terbentuk jika terjadinya perpindahan elektron di antara atom untuk membentuk partikel yang bermuatan listrik dan mempunyai daya tarik-menarik. Daya tarik menarik di antara ion-ion yang bermuatan berlawanan merupakan suatu ikatan ion. Ikatan kovalen terbentuk dari terbaginya (sharing) elektron di antara atom-atom. Dengan perkataan lain, daya tarik-menarik inti atom pada elektron yang terbagi di antara elektron itu merupakan suatu ikatan kovalen.
II.3. Sifat Senyawa Kovalen
Sifat-sifat senyawa kovalen antara lain kebanyakan menunjukkan titik leleh rendah, pada suhu kamar berbentuk cairan atau gas, larut dalam pelarut non polar dan sedikit larut dalam air, sedikit menghantarkan listrik, mudah terbakar dan banyak yang berbau.

II.2. Sifat Senyawa Ion
Beberapa sifat senyawa ion yang penting adalah sebagai berikut: larutan atau leburannya dapat menghantarkan arus listrik, mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi, sangat keras dan getas, pada umumnya larut dalam pelarut polar dan tidak larut dalam pelarut non polar.
III. PROSEDUR KERJA
A. Perbandingan Titik Leleh
1. Sejumlah kecil (±1-2 sudip) urea dimasukkan ke dalam tabung reaksi, termometer dimasukkan di dalamnya.
2. Tabung reaksi dipanaskan dengan menggunakan lampu spritus, amati perubahan yang terjadi pada sampel urea.
3. Suhu tepat pada saat urea mulai meleleh dicatat dan pada saat seluruh sampel urea meleleh, ini merupakan kisaran titik leleh.
4. Percobaan ini diulangi sebanyak tiga kali.
5. Prosedur yang sama dilakukan untuk naftalena.
6. Prosedur di atas tidak dapat dilakukan untuk senyawa NaCl, KI dan MgSO4. Data titik leleh dari senyawa-senyawa tersebut dicari berdasarkan buku referensi.
B. Perbandingan kelarutan
1. Air dimasukkan ke dalam (Tabung I), dan tabung raksi lain dengan kabon tetraklorida (Tabung II).
2. Urea dimasukkan ke dalam masing-masing tabung reaksi, kocok campuran dalam setiap tabung.
3. Apakah urea larut dalam tabung I atau tabung II diamati.
4. Prosedur yang sama dilakukan untuk naftalena, isopropil, alkohol, NaCl, KI, dan MgSO4.
5. Kelarutan dari setiap senyawa dalam masing-masing tabung diamati.
C. Daya hantar
1. 50 ml akuades dimasukkan pada gelas piala 50 ml.
2. Elektroda karbon dihubungkan dengan arus listrik dan lampu.
3. Elektroda dimasukkan ke dalam gelas piala berisi akuades. Perubahan yang terjadi diamati.
4. Prosedur (a) â€" (c) diulangi, dengan menambahkan beberapa tetes isopropil alkohol. Perubahan yang terjadi diamati.
5. Prosedur yang sama dilakukan, masing-masing dengan menambahkan urea, naftalena, NaCl, KI, dan MgSO4.

IV. ALAT DAN BAHAN
A. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah urea, naftalena, kristal NaCl, KI, MgSO4 dan isopropil alkohol.

B. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah tabung reaksi, termometer, gelas piala, elektroda karbon, lampu spritus, sudip kaca dan pipet tetes.

V. HASIL DAN PEMBAHAN
Perbandingan Kelarutan
No.
Langkah Percobaan
Hasil Pengamatan
1
2.
3.
4.
5.
6.
Dimasukkan urea ke dalam tabung reaksi I + air, aduk, diamati. Dimasukkan urea ke dalam tabung reaksi II, Ditambahkan karbon tetraklorida (CCl4), diaduk, diamati.
Diulangi prosedur di atas untuk isopropil
Diulangi prosedur di atas untuknaftalena
Diulangi prosedur di atas untuk NaCl
Diulangi prosedur di atas untuk KI
Diulangi prosedur di atas untuk MgSO4
Urea + air = larut
Urea + CCL= tidak
larut
Isopropil alkohol + air
= larut
Isopropil alkohol+CCl4
= tidak larut
Naftalen + air = tidak
Larut
Naftalen + CCl4 = larut
NaCl + air = larut
NaCl + CCl4 = tidak
Larut
KI + air = larut
KI + CCl­= tidak larut
MgSO+ air = larut
MgSO4 + CCl­4 = sukar
larut
Perbandingan titik leleh
No.
Langkah Percobaan
Hasil Pengamatan
1.
2.
3.
4.
5.
Dimasukkan sejumlah urea [(NH2}2CO] kedalam tabung reaksi. Dimasukkan termometer ke dalamnya.
Dipanaskan tabung reaksi di atas nyala api spritus. Dicatat suhu saat contoh urea mulai meleleh dan suhu saat seluruh contoh urea telah meleleh.
Diulangi untuk neftalena
Dicatat kisaran titik leleh untuk tiap senyawa mengulangi pengamatan dua kali
Dicari data titik leleh dari buku acuan, membandingkan hasil pengamatan.
Urea berbentuk padatan
T1 = 80 0C
T2 = 96 0C
Naftalena berbentukpadatan
T1 = 76 0C
T2 = 70 0C

Perbandingan Daya Hantar
No.
Langkah Percobaan
Hasil Pengamatan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Dimasukkan elektroda yang dihubungkan dengan arus listrik ke dalam gelas piala berisi akuades
Diulangi prosedur di atas dengan menambahkan isopropil heksana
Diulangi prosedur di atas dengan menambahkan urea
Diulangi prosedur di atas dengan menambahkan naftalena
Diulangi prosedur di atas dengan menambahkan NaCl
Diulangi prosedur di atas dengan menambahkan KI
Diulangi prosedur di atas dengan menambahkan MgSO4
Lampu tidak menyala
Lampu tidak menyala
Lampu tidak menyala
Lampu tidak menyala
Lampu menyala dengan V = 13 volt
Lampu menyala dengan V = 15 volt
Lampu menyala dengan V = 20 volt
B. Pembahasan
1. Perbandingan titik leleh
Dari hasil percobaan perbandingan titik leleh senyawa kovalen, dengan memanaskan senyawa seperti urea dan naftalena, maka didapatkan beberapa perbedaan pada perbandingan titik leleh, sehingga dari nilai-nilai tersebut didapatkan kisaran titik leleh urea antara 70oC sampai 96oC. Namun dengan literatur titik lelehnya jauh berbeda yaitu 132oC -1330C. Adapun untuk naftalena, kisaran titik lelehnya yaitu antara 70oC sampai 76oC. Jauh berbeda dengan literatur titik lelehnya yaitu 600C sampai 1100C. Perbedaan perbandingan titik leleh hasil percobaan dengan literatur titik leleh disebabkan : ketidaktepatan penelitian yang dilakukan saat percobaan, ketidaktepatan data hasil percobaan, saat pencucian tabung reaksi yang akan digunakan masih ada zat yang tersisa (belum benar-benar bersih).
Titik leleh senyawa ion jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan senyawa kovalen, hal ini disebabkan oleh ikatan antara ion-ion dengan gaya elektrostatis sangat kuat dengan susunan kristal yang tertentu dan teratur.
Data yang telah didapatkan dari literatur tentang titik leleh senyawa ion adalah sebagai berikut :
- NaCl mencair pada kisaran suhu 801oC sampai 804oC
- KI meleleh pada suhu 681oC
- MgSO4 meleleh pada suhu 1124oC
2. Perbandingan Kelarutan
Dari data perbandingan kelarutan antara senyawa ion dengan senyawa kovalen diperoleh bahwa urea larut dalam pelarutnya (air) tetapi dalam senyawa CCl4 tidak larut. Begitu pula untuk senyawa-senyawa NaCl dan KI yang juga larut dalam air dan tidak larut dalam senyawa CCl4. Hal ini menandakan bahwa senyawa-senyawa ion larut dalam pelarut polar karena dipol-dipolnya yang tidak saling meniadakan dan sukar larut dalam CCl4sebagai pelarut non polar akibat dari dipol-dipolnya yang saling meniadakan.Meskipun demikian, ada juga senyawa ion yang larut dalam pelarut non polar.Untuk senyawa kovalen pada umumnya larut dalam pelarut non polar dan sedikit yang larut dalam air, misalnya isopropil alkohol yang tampak keruh pada larutan CCl4. Dari hasil pengamatan, naftalena tidak larut dalam air maup un tetapi larut hanya dalam CCl4.
3. Perbandingan Daya Hantar Listrik
Dari data perbandingan daya hantar listrik antara senyawa ion dengan senyawa kovalen diperoleh bahwa air tidak dapat menghantarkan arus listrik sehingga lampu tidak menyala. Pada urea yang ditambahkan dengan akuades lampu juga tidak menyala. Perlakuan di atas juga dilakukan pada naftalena dan menghasilkan hasil yang sama yaitu lampu tidak dapat menyala.
Perlakuan di atas dilakukan juga pada akuades yang dicampurkan dengan NaCl dan menghasilkan hasil yang berbeda dari perlakuan sebelumnya yaitu lampu menyala dengan tegangan 13 Volt. Pada percobaan yang dilakukan pada KI yang ditambahkan dengan akuades juga menghasilkan hal yang serupa yaitu lampu menyala dengan tegangan 15 Volt, dan yang terakhir percobaan dilakukan pada MgSO4 yang ditambahkan dengan air dan menghasilkan hasil yang sama yaitu lampu menyala tetapi dengan teganga yang lebih besar yaitu 20 Volt.
Dari data yang telah didapat di atas didapatkan hasil yang bervariasi yaitu lampu ada yang menyala dan ada pula yang tidak menyala. Hal itu dikarenakan dalam senyawa kovalen tidak semuanya dapat menghantarkan arus listrik. Meskipun demikian, ada juga senyawa kovalen yang dapat menghantarakan arus listrik, contohnya : asam asetat. Isopropil alkohol dan naftalena merupakan senyawa kovalen. Urea, NaCl, KI, dan MgSOmerupakan senyawa ion.
VI. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :
1. Sifat fisika dan kimia senyawa ion dan kovalen bisa dilihat berdasarkan titik leleh dan titik leburnya, wujud senyawa, kelarutan, daya hantar listrik, kemudahan terbakar serta dengan menguji bau dari tiap-tiap senyawa.
2. Jenis ikatan kimia seperti ikatan ion dan kovalen sangat mempengaruhi sifat fisik dan sifat kimia senyawa.
3. Senyawa yang dapat larut dalam air adalah urea, NaCl, KI, MgSOdan a.
4. Senyawa yang dapat larut dalam CCladalah urea, MgSOdan naftalena.
5. Yang merupakan senyawa ion adalah urea, NaCl, KI, dan MgSO4.
6. Yang merupakan senyawa kovalen adalah isopropil alkohol dan naftalena.

DAFTAR PUSTAKA

Baroroh, Umi L U. 2004. Diktat Kimia Dasar I. Universitas Lambung Mangkura,: Banjarbaru.
Brady, J. E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Binarupa Aksara, Jakarta.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. ITB, Bandung.
nah sekian itu artikel postingan tentang Praktikum Perbedaan Ikatan Senyawa Kovalen dan Ion semoga sharepaste dapat memberikan tebaik untuk anda , jangan lupa ada yang terkait tuh di bawah ini dan ada juga yang musti kamu baca lewat daftar isinya ^_^

Sponsored
Copyright 2012. All rights reserved. Check PageRank
Present by kackdir mata-update