Kurang Bergerak Bisa Memicu Serangan Jantung

Sponsored

usahaberhasil.com, bisnis internet sukses, uang, rupiah, dollar usahaberhasil.com, bisnis internet sukses, uang, rupiah, dollar usahaberhasil.com, bisnis internet sukses, uang, rupiah, dollar

Kurang Bergerak Bisa Memicu Serangan Jantung


Kurang Bergerak Bisa Memicu Serangan Jantung [DENPASAR]  Ketua Umum Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia (IKKI) Prof dr Lukman Hakim Makmun mengatakan, pola hidup masyarakat yang kurang banyak bergerak menjadi salah satu pemicu mudahnya terkena serangan jantung.

"Karena kecanggihan teknologi, semakin jarang masyarakat yang rutin mau berjalan kaki dan bersepeda, padahal itu sangat baik bagi kesehatan jantung," katanya, di Denpasar, Jumat (30/3)

Ia menyampaikan itu di sela-sela kegiatan simposium internasional mengenai aterosklerosis yang dirangkaikan dengan simposium IKKI ke-11 mengenai penyakit kardiovaskular.

Sedangkan IKKI merupakan organisasi yang yang bergerak di bidang penanganan penyakit jantung, otak, dan pembuluh darah (kardioserebrovaskular).

"Kami sengaja mengangkat tema aterosklerosis dalam simposium ini karena merupakan penyebab timbulnya penyakit seperti serangan jantung dan stroke. Aterosklerosis sendiri merupakan proses penumpukan plak kolesterol yang diendapkan pada dinding pembuluh darah arteri sehingga arteri (pembuluh nadi) menjadi menyempit dan tidak dapat mengantarkan darah yang cukup untuk mempertahankan fungsi normal organ tubuh," katanya.

Sampai terjadinya proses penyempitan pembuluh darah ini, sangat berkaitan karena pola makan dan pola hidup yang dilakukan masyarakat saat ini.

"Kecenderungan saat ini di dunia dan juga di Indonesia, penderita serangan jantung menjadi lebih muda yakni usia 40 tahun. Padahal dalam periode terdahulu usia penderita penyakit serangan jantung di atas setengah abad," ucapnya.

Ia menambahkan, pola hidup masyarakat kini semakin sedikit yang mau menggerakkan badannya sehingga potensi risiko serangan jantung pun semakin besar. Di samping faktor makanan berkolesterol dan pola hidup yang gemar merokok.

"Menggerakkan badan bukan berarti berolahraga berlebihan. Olahraga jangan berlebih, maksimal 30 menit. Olahraga yang baik agar mencapai nadi tertentu sesuai aturan kesehatan yang disesuaikan dengan usia. Minimum olahraga dilakukan tiga kali dalam seminggu," ucap Lukman Hakim.

Ia mengatakan, jangan sampai masyarakat ikutan-ikutan berolahraga dan menyesuaikan dengan orang sehat, justru itu akan menimbulkan sesak napas.

"Dalam keseharian, menggerakkan badan, paling tidak dilakukan naik gedung dengan menaiki tangga bukan naik lift," ujarnya.

Lukman juga menyampaikan, pola makan pun harus diperhatikan agar seimbang dan jangan sampai berlebihan kolesterol. Makin tua, hendaknya memperbanyak makan sayuran untuk menghindari risiko terkena serangan jantung. [Ant/L-9]  
Kurang Bergerak Bisa Memicu Serangan Jantung sumber: http://www.suarapembaruan.com/gayahidup/kurang-bergerak-bisa-memicu-serangan-jantung/18613 nah sekian itu artikel postingan tentang Kurang Bergerak Bisa Memicu Serangan Jantung semoga sharepaste dapat memberikan tebaik untuk anda , jangan lupa ada yang terkait tuh di bawah ini dan ada juga yang musti kamu baca lewat daftar isinya ^_^

Sponsored
Copyright 2012. All rights reserved. Check PageRank
Present by kackdir mata-update