PERBANDINGAN KADAR ANTIBODI (ANTI â HBS) PASCA VAKSINASI HEPATITIS B BOOSTER I DAN VAKSINASI BOOSTER II PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS LAMPUNG
PERBANDINGAN KADAR ANTIBODI (ANTI â"HBS) PASCA VAKSINASI HEPATITIS B BOOSTER I DAN VAKSINASI BOOSTER II PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS LAMPUNG
Author : AHMAD MUHLISIN
Infeksi virus Hepatitis B (VHB) saat ini mulai merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar serta serius, karena selain manifestasinya sebagai penyakit Hepatitis B akut beserta komplikasinya, lebih penting ialah dalam bentuk sebagai pengidap Hepatitis B kronik. Pemberian vaksin bertujuan untuk merangsang sistem imun agar membentuk kekebalan aktif. Kebanyakan ahli menganjurkan memberikan vaksin tiga kali agar didaptkan titer antibodi (anti-HBs) yang cukup dan dapat bertahan lebih lama. Penentuan level anti-HBs telah distandarisasi oleh WHO, yaitu titer ⥠10 mIU/ml dianggap cukup protektif. Dari teori didapatkan hipotesis bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar antibodi (anti â"HBs) pasca vaksinasi hepatitis B booster I dan vaksinasi booster II.
Sampel penelitian adalah subyek yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40% dari masing-masing populasi. Data yang diperoleh adalah data primer yaitu serum darah. Sebelum penelitian dilakukan, responden diminta untuk mengisi informed consent untuk menyatakan kesediannya. Pengukuran kadar anti-HBs dilakukan dengan test strip sehingga didapatkan hasil positif (+1) dan positif (+2). Dari data tersebut dilakukan analisis data secara univariat dan bivariat, yaitu uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar antibodi(anti-HBs) pasca vaksinasi hepatitis B booster I dan vaksinasi hepatitis B booster II (p-value = 0,003).
Kata kunci : anti-HBs, Hepatitis B, vaksinasi hepatitis B â
